[list_indonesia] [ppiindia] Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan Amerika
- From: syabab muslim
- To: PAN@xxxxxxxxxxxxxxx, islam_liberal@xxxxxxxxxxxxxxx, Kebangkitan_Bangsa@xxxxxxxxxxxxxxx, muhammadiyah2002@xxxxxxxxxxxxxxx, keluarga-islami@xxxxxxxxxxxxxxx, majelismuda@xxxxxxxxxxxxxxx, partai-keadilan-sejahtera@xxxxxxxxxxxxxxx, wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Amien-Siswono@xxxxxxxxxxxxxxx, keluarga-sakinah@xxxxxxxxxxxxxxx, PKS-Watch@xxxxxxxxxxxxxxx, ISLAM_IRC@xxxxxxxxxxxxxxx, Chae
, bang_irfan_gd@xxxxxxxxx - Date: Fri, 18 Feb 2005 21:04:09 +0000 (GMT)
* Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan AmerikaOleh : Redaksi=
17 Feb, 05 - 3:00 pmPeristiwa 11 September Sungguh Janggal=20
"Perhatikan betapa mulus dan rapinya rumput di depan Pentagon. Tidak satu s=
entimeter pun kerusakan terlihat, Bagaimana itu mungkin? Semua saksi mata s=
etiap media massa memahami pemberitaan yang senada. Pesawat terlebih dahulu=
menghantam tanah, lalu meluncur menabrak gedung. Perhatikan gambar di atas=
! Apalagi yang perlu dikatakan. Media massa berbohong terhadap kejadian yan=
g sesungguhnya. Mengapa?"
Begitu jeritan hati Jerry D. Gray, mantan anggota AD Amerika yang kemudian =
memeluk Islam ( Baca artikelnya Jerry =93Abdurrahman=94 Gray Mendapat Hiday=
ah di Arab Saudi ), telah lama tinggal di Indonesia dan mempersunting istri=
asal Garut, dalam bukunya ketika ia merasa terpanggil untuk meluruskan seg=
ala pemberitaan ihwal runtuhnya gedung Pentagon pada 11 September 2001 sila=
m. :swf
"Kita tahu hampir 90 persen media massa di AS adalah milik Yahudi. Maka tak=
heran kalau mereka berbohong," ujar Jerry dalam acara peluncuran dan bedah=
bukunya, di Masjid Al 'Araf, Walisongo, Jakarta, Ahad, 19 Desember 2004.
Jerry, seorang jurnalis (kameramen) yang juga mantan mekanik pesawat ini, t=
elah mencium ketidakberesan tragedi 11 September 2001 yang meluluhlantakkan=
menara kembar WTC di New York, Ia mengumpulkan berbagai fakta dari sumber =
yang ada, lalu menyusunnya secara cermat, membeberkan kebohongan-kebohongan=
Amerika melalui temuan-temuan spektakulernya.
Seperti diketahui selama ini, serangan terhadap menara WTC dan Pentagon dil=
akukan oleh kelompok teroris Al Qaidah dan otak atau aktor intelektualnya i=
aiah Osama bin Laden. Pembentukan opini global ini telah berlangsung selama=
tiga tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia seperti adanya tudu=
han-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di negeri ini.
Dalam pengantar buku tersebut, Suripto SH, Ketua Dewan Penasehat Lembaga St=
udi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI) yang juga anggota =
Komisi I DPR dan mantan Kabak ini mengatakan, Tragedi 11 Septernber yang me=
runtuhkan gedung WTC dan Pentagon ini mustahil dilakukan oleh Jaringan Al Q=
aidah pimpinan Osama Bin Laden. Menurut Suripto, tindakan teroris yang sede=
mikian rapi dan canggih hanya bisa dilakukan oleh apa yang dinamakan terori=
srne negara (State Terrorism).
"Hanya terorisme negara yang mempunyai kapabilitas untuk melakukan tindakan=
terror yang didukung oleh fasilitas negara; berupa dukungan anggaran yang =
besar, didukung pula oleh organisasi intelijen dan menggunakan mesin propag=
anda resmi (pemerintah). Sejarah telah membuktikan terorisme negara pernah =
dilakukan oleh Hitler di Jerman, Stalin di Uni Soviet, Mussolini di Italia,=
Pol Pot di Kamboja, dan Soeharto di Indonesia," ujar anggota DPR dari PKS =
initegas.
Dalam menjalankan mesin terornya, AS menggunakan badan intelijen CIA dan in=
stitusi USIS - sekarang bernama USIA. Salahsatu propaganda pada tingkat glo=
bal yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan langsung CNN atas peristiwa=
11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan terorisme negara yang se=
benarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan mengutuk aksi teror WTC dan=
Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan CNN itu termasuk kateg=
ori Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan.
Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan sasaran jangka pendek, ba=
hkan jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan sasaran jangka pendek i=
tu adalah untuk membangkitkan kebencian rakyat Amerika dan sekutunya terhad=
ap umat Islam yang diberi label "teroris", membangun opini global tentang a=
danya musuh bersama yang harus diperangi, seperti ucapan Bush setelah terja=
dinya peristiwa 11/9: "If you are not with us, you're against us."
Berkembang slogan Mimpi Amerika, Mimpi Buruk Dunia. Slogan tersebut sangat =
tepat menggambarkan Amerika saat ini. Terpilihnya kembali George W Bush men=
gukuhkan slogan di atas, mengingat janjinya untuk melanjutkan perang melawa=
n 'terorisme' yang dialamatkan kepada Islam. Padahal, tragedi. WTC di New Y=
ork 11 September 2001 masih meninggalkah banyak misteri dan tetap tidak jel=
as siapa pelakunya. Sementara itu, Amerika yang menyerukan perang melawan t=
erorisme; dengan bebas malah rnembuat teror, khususnya di negeri-negeri, Mu=
slim seperti Afghanistan, Palestina (melalui Yahudi-lsrael), Irak dan Sudan=
. Di Fallujah dan kota-kota lain di Irak, bahkan masjid-masjid di Fallujah,=
terus dibombardir oleh pasukan Amerika.
Di forum dunia, dengan penguasaannya terhadap media, Amerika terus membuat =
kebohongan demi kebohongan. Amerika menyangka, masyarakat dunia begitu muda=
h dibohongi, termasuk masyarakatnya sendiri. Hingga saat ini, kebohongan ma=
sih terus terjadi! (Amanah online)
Kebohongan datang dan kebohongan pun terungkap. Begitulah kesimpulan buku i=
ni.=20
Judul Buku : The Real Truth The Hard Evidence Exposed=20
Penulis : Jerry D. Gray
Penerbit : Sinergi (Kelompok Penerbit Gema Insani)
Tebal :xviii + 118halaman
Jerry D Gray : Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20
Jerry D Gray ingat betul kejadian yang dialaminya tanggal 11 September 2001=
. Saat itu, mantan kameraman freelance CNBC Asia ini tengah asyik berselanc=
ar di internet. Tiba-tiba telepon di sampingnya berdering. "Hidupkan televi=
simu sekarang!" demikian bunyi suara di ujung sana.=20
Telepon itu berasal dari ibunda Jerry yang ketika itu berada di Wisconsin, =
Amerika Serikat. Jerry sendiri menetap di Jakarta -- dia sudah lama tinggal=
di kota ini sejak tahun 80-an. Mendengar suara gugup ibundanya, tanpa piki=
r lama-lama, dia pun segera menyalakan televisi.=20
Terlihatlah suasana menegangkan usai meledaknya menara kembar World Trade C=
enter (WTC) New York, akibat hantaman dua buah pesawat berbadan lebar. Keja=
dian tersebut disiarkan langsung oleh sebuah stasun televisi asing dan dise=
barluaskan ke seluruh penjuru dunia. Serta merta, hati Jerry berkecamuk, se=
dih sekaligus marah melihat banyak orang tak berdosa menjadi korban. Terbay=
ang warga di negara tempat kelahirannya itu panik bukan kepalang.=20
Itulah awal dari peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi 11 Septemb=
er 2001. Sebuah kejadian yang hingga kini masih menyisakan kisah sedih. Tak=
hanya bagi keluarga korban yang ditinggalkan, namun juga komunitas umat Mu=
slim di seluruh dunia. Beberapa saat setelah pihak yang berwenang di AS men=
gadakan penyelidikan, maka ditengarai kelompok teroris asal Timur Tengah be=
rada di balik kejadian tersebut. Karena wilayah Timur Tengah identik dengan=
agama Islam, serta merta perhatian dunia pun tertuju pada Islam serta para=
penganutnya.=20
Media massa Barat dengan segala reportasenya menjadikan momentum itu sebaga=
i sarana untuk mengupas tuntas tentang Islam. Begitu gencarnya pemberitaan =
tentang peristiwa 11 September dan Islam sendiri, hingga tak jarang -- sepe=
rti dikhawatirkan sebagian kalangan Muslim -- media Barat kerap menyudutkan=
umat Islam.=20
Hal itu pula yang kemudian membuat Jerry gundah. Berdasarkan pengamatan ser=
ta observasi terhadap gambar-gambar berita maupun informasi aktual, lelaki =
asal AS ini merasa bahwa banyak kejanggalan dan fakta yang disembunyikan ol=
eh kalangan pemerintah serta media massa AS berkaitan peristiwa 11 Septembe=
r tadi. Apalagi kemudian, umat Islam didudukkan sebagai "terdakwa" dalam ke=
jadian ini.=20
Tetapi, kenapa Jerry merasa resah dengan berita menyudutkan dari media mass=
a Barat terhadap Islam? Jangan lihat dia dari namanya. Jerry, atau tepatnya=
Haji Jerry, telah menjadi Muslim sejak 1984. Sepulang menunaikan ibadah ha=
ji, ia mengantongi nama baru, H Abdurrahman.=20
Sebagai Muslim, lelaki kelahiran Wiesbaden Jerman, 24 September 1960, ini m=
erasa teriris hatinya dengan tudingan tanpa dasar mengenai keterlibatan Mus=
lim dalam tragedi WTC. Hari-hari selanjutnya, waktunya seperti habis untuk =
mengikuti pemberitaan 11 September melalui media cetak, televisi, maupun in=
ternet. Tapi lama kelamaan, berdasarkan pengalaman sebagai jurnalis televis=
i, dirinya melihat ada banyak keanehan dan kejanggalan atas kejadian terseb=
ut.=20
Awal kecurigaannya adalah, bagaimana CNN dapat begitu cepat menyiapkan siar=
an langsung 11 September ke seluruh dunia? Dari pengalamannya ketika memban=
tu persiapan siaran sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, paling tidak=
butuh waktu 20 menit untuk mengeset peralatan bagi keperluan siaran langsu=
ng di lapangan.=20
Dikatakan, rentang waktu antara insiden penabrakan pertama dan insiden pena=
brakan kedua tak lebih dari 18 menit. "Akan tetapi, CNN sudah mampu menayan=
gkan langsung kejadian tabrakan kedua hanya dalam waktu kurang dari 18 meni=
t dari tabrakan pertama," kata dia dalam bahasa Indonesia yang fasih. Jerry=
berasumsi, situasi ini yang tidak mungkin terlaksana dalam kondisi normal.=
"Kecuali jika CNN memang telah mengetahui rencana peristiwa tersebut hingg=
a dapat terlebih dahulu menyiapkan segala peralatannya," imbuhnya.
Sejak itulah batin dan sanubarinya terus didera gejolak. Sampai pada akhirn=
ya, dia memutuskan, bahwa sebagai manusia dia tidak bisa tinggal diam serta=
tidak melakukan apa-apa menyangkut kejanggalan ini. The needs of the many =
outways the needs of the few, begitu prinsipnya. Maka, Jerry pun mulai meng=
adakan penelitian terhadap semua gambar, pemberitaan, foto, dan video terka=
it peristiwa mengenaskan itu.=20
Dari situ makin banyaklah kejanggalan serta keanehan berhasil dia temukan m=
engenai fakta-fakta kejadian 11 September. Semuanya itu lantas dituangkan d=
alam sebuah buku berjudul The Hard Evidence Exposed! The Real Truth 9-11. S=
alah satu kesimpulan pada buku setebal 116 halaman ini adalah: sesungguhnya=
ada sesuatu lebih besar di balik kejadian 11 September 2001.=20
Perkenalan Jerry dengan Islam terjadi di Arab Saudi tahun 80-an. Saat itu d=
ia bertugas sebagai mekanik pesawat AU AS serta menjadi instruktur di New S=
audi Mechanics. Awalnya, dia mengaku enggan masuk ke Arab Saudi karena mera=
sa takut dengan orang Arab dan Islam. Tapi apapun alasannya, tugas tetap ti=
dak bisa ditolak. Akan tetapi, setelah sekian lama, kekhawatirannya tidak t=
erbukti. Sebaliknya, dilihatnya orang-orang Islam jauh dari kesan teroris. =
"Mereka sangat cinta Tuhan, selalu shalat lima waktu, mengerjakan puasa dan=
banyak lagi," kenangnya.=20
Rasa ingin tahunya terhadap agama Islam pun kian bertambah. Jerry lantas mu=
lai berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang beragama Islam=
. Hingga kemudian, seorang rekannya yang berasal dari Yaman membawakannya t=
erjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris. "Saya pun membaca terjemaha=
n itu, dan seketika usai membaca satu ayat -- saya lupa nama ayatnya -- tak=
sadar saya menangis," ungkap Jerry.=20
Usai membaca tiga empat ayat berikutnya, Jerry merasa tidak perlu waktu lam=
a untuk menyimpulkan bahwa apa yang tertulis di dalam Alquran adalah benar =
adanya. Namun hingga saat itu, dia mengaku belum berniat masuk Islam, hanya=
sekedar ingin tahu saja. Beberapa bulan berikutnya, seorang rekannya dari =
Indonesia mengajak dia kepada seorang guru agama. "Saya katakan kepada guru=
itu, saya tidak mau masuk Islam, tapi guru tersebut memintanya ikut menden=
garkan ceramah dan pembacaan Alquran di tempatnya."=20
Pulang dari situ, Jerry banyak termenung. Hatinya berkecamuk. Sampai di rum=
ah dia langsung masuk kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan pemberia=
n rekannya terdahulu. Sejak saat itu, hidayah datang kepadanya yang menetap=
kan niatnya untuk masuk Islam. Setelah masa tugasnya di Arab Saudi berakhir=
, ia tidak kembali ke AS, tapi memutuskan pindah ke Indonesia. Di Jakarta, =
mantan mekanik US Air Force tersebut kemudian menggeluti dunia jurnalistik =
televisi.=20
Kini setelah sukses dengan bukunya, Jerry lebih giat untuk memantau berita-=
berita dan informasi tentang Islam. Bukan cuma itu, kegiatannya pun kian be=
rtambah dengan aktivitas dakwahnya di masjid-masjid dan majlis taklim seput=
ar Jabotabek. Kepada saudara-saudara Muslimnya, ia banyak berkisah tentang =
mulianya Islam dan temuan-temuannya.=20
Ia juga kerap menyampaikan pesan-pesan singkat, tapi mengena. "Pendek kata,=
umat Islam harus menunjukkan wajahnya yang ramah dan cinta damai. Jangan r=
eaksi berlebihan karena itulah yang tengah ditunggu-tunggu oleh kalangan me=
dia Barat untuk menyudutkan kita," kata dia.=20
Jerry D.Gray
Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960
Karier :=20
- mekanik pesawat AU AS
- instruktur selam
- kameraman freelance CNBC Asia
Nama istri : Ratna Komala
Nama anak : Adam=20
SEEING IS ಬೆಲಇವಿಂಗ್KESIMPULAN
Berdasarkan bukti-bukti yang diperolehnya, Jerry mencoba menarik kesimpulan dari peristiwa 911. - Seorang personel militer AS telah menyiapkan 3 pesawat-di indikasikan dengan NORAD-yang dapat dikendalikan dengan jarak jauh dan tidak memerlukan seorang pun dalam pesawat.
- sebuah jet militer telah dilengkapi dengan bahan peledak berkekuatan tinggi –diduga menghantam pesawat UA 93.
- Sebuah pesawat tempur F-16 dipersenjatai dan sebuah pesawat Boeing 767 telah di cat sedemikin rupa menyerupai United Airlines-belakangan diketahui pesawat itu Mirror Flight 175.
- Dipastikan sebuah roket berhulu ledak telah disiapkan untuk menghantam Pentagon. Kemungkinan ditembakkan dari pesawat B-52. Tak satupun pesawat militer AS yang menyergap pesawat-pesawat itu ketika memasuki wilayah udara
paling terlarang/Pentagon. Padahal itu merupakan prosedur standar AS. Kenapa?
- pagi hari tanggal 11 September 2001, Mohammed Atta dan teman-temannya menerbangkan pesawat AA dan UA dengan instruksi CIA/FBI. Beberapa kamera pemantau keamanan di airport telah merekam mereka untuk menguatkan tuduhan sebagai pembajak pesawat dalam tragedi 911.
Hanya dengan kejujuran dalam melihat dan menyelidiki bukti-bukti peristiwa 911, kebenaran akan terbuka untuk umum, tulis Jerry.

0 komentar:
Posting Komentar