Minggu, 10 Agustus 2008

Kebohongan Itu Terungkap






[list_indonesia] [ppiindia] Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan Amerika

  • From: syabab muslim
  • To: PAN@xxxxxxxxxxxxxxx, islam_liberal@xxxxxxxxxxxxxxx, Kebangkitan_Bangsa@xxxxxxxxxxxxxxx, muhammadiyah2002@xxxxxxxxxxxxxxx, keluarga-islami@xxxxxxxxxxxxxxx, majelismuda@xxxxxxxxxxxxxxx, partai-keadilan-sejahtera@xxxxxxxxxxxxxxx, wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Amien-Siswono@xxxxxxxxxxxxxxx, keluarga-sakinah@xxxxxxxxxxxxxxx, PKS-Watch@xxxxxxxxxxxxxxx, ISLAM_IRC@xxxxxxxxxxxxxxx, Chae , bang_irfan_gd@xxxxxxxxx
  • Date: Fri, 18 Feb 2005 21:04:09 +0000 (GMT)
    * Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **


    Jerry D Gray "The Real Truth" : Membongkar Kebohongan AmerikaOleh : Redaksi=
    17 Feb, 05 - 3:00 pm

    Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20
    "Perhatikan betapa mulus dan rapinya rumput di depan Pentagon. Tidak satu s=
    entimeter pun kerusakan terlihat, Bagaimana itu mungkin? Semua saksi mata s=
    etiap media massa memahami pemberitaan yang senada. Pesawat terlebih dahulu=
    menghantam tanah, lalu meluncur menabrak gedung. Perhatikan gambar di atas=
    ! Apalagi yang perlu dikatakan. Media massa berbohong terhadap kejadian yan=
    g sesungguhnya. Mengapa?"

    Begitu jeritan hati Jerry D. Gray, mantan anggota AD Amerika yang kemudian =
    memeluk Islam ( Baca artikelnya Jerry =93Abdurrahman=94 Gray Mendapat Hiday=
    ah di Arab Saudi ), telah lama tinggal di Indonesia dan mempersunting istri=
    asal Garut, dalam bukunya ketika ia merasa terpanggil untuk meluruskan seg=
    ala pemberitaan ihwal runtuhnya gedung Pentagon pada 11 September 2001 sila=
    m. :swf

    "Kita tahu hampir 90 persen media massa di AS adalah milik Yahudi. Maka tak=
    heran kalau mereka berbohong," ujar Jerry dalam acara peluncuran dan bedah=
    bukunya, di Masjid Al 'Araf, Walisongo, Jakarta, Ahad, 19 Desember 2004.

    Jerry, seorang jurnalis (kameramen) yang juga mantan mekanik pesawat ini, t=
    elah mencium ketidakberesan tragedi 11 September 2001 yang meluluhlantakkan=
    menara kembar WTC di New York, Ia mengumpulkan berbagai fakta dari sumber =
    yang ada, lalu menyusunnya secara cermat, membeberkan kebohongan-kebohongan=
    Amerika melalui temuan-temuan spektakulernya.

    Seperti diketahui selama ini, serangan terhadap menara WTC dan Pentagon dil=
    akukan oleh kelompok teroris Al Qaidah dan otak atau aktor intelektualnya i=
    aiah Osama bin Laden. Pembentukan opini global ini telah berlangsung selama=
    tiga tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia seperti adanya tudu=
    han-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di negeri ini.

    Dalam pengantar buku tersebut, Suripto SH, Ketua Dewan Penasehat Lembaga St=
    udi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI) yang juga anggota =
    Komisi I DPR dan mantan Kabak ini mengatakan, Tragedi 11 Septernber yang me=
    runtuhkan gedung WTC dan Pentagon ini mustahil dilakukan oleh Jaringan Al Q=
    aidah pimpinan Osama Bin Laden. Menurut Suripto, tindakan teroris yang sede=
    mikian rapi dan canggih hanya bisa dilakukan oleh apa yang dinamakan terori=
    srne negara (State Terrorism).

    "Hanya terorisme negara yang mempunyai kapabilitas untuk melakukan tindakan=
    terror yang didukung oleh fasilitas negara; berupa dukungan anggaran yang =
    besar, didukung pula oleh organisasi intelijen dan menggunakan mesin propag=
    anda resmi (pemerintah). Sejarah telah membuktikan terorisme negara pernah =
    dilakukan oleh Hitler di Jerman, Stalin di Uni Soviet, Mussolini di Italia,=
    Pol Pot di Kamboja, dan Soeharto di Indonesia," ujar anggota DPR dari PKS =
    initegas.

    Dalam menjalankan mesin terornya, AS menggunakan badan intelijen CIA dan in=
    stitusi USIS - sekarang bernama USIA. Salahsatu propaganda pada tingkat glo=
    bal yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan langsung CNN atas peristiwa=
    11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan terorisme negara yang se=
    benarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan mengutuk aksi teror WTC dan=
    Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan CNN itu termasuk kateg=
    ori Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan.

    Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan sasaran jangka pendek, ba=
    hkan jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan sasaran jangka pendek i=
    tu adalah untuk membangkitkan kebencian rakyat Amerika dan sekutunya terhad=
    ap umat Islam yang diberi label "teroris", membangun opini global tentang a=
    danya musuh bersama yang harus diperangi, seperti ucapan Bush setelah terja=
    dinya peristiwa 11/9: "If you are not with us, you're against us."

    Berkembang slogan Mimpi Amerika, Mimpi Buruk Dunia. Slogan tersebut sangat =
    tepat menggambarkan Amerika saat ini. Terpilihnya kembali George W Bush men=
    gukuhkan slogan di atas, mengingat janjinya untuk melanjutkan perang melawa=
    n 'terorisme' yang dialamatkan kepada Islam. Padahal, tragedi. WTC di New Y=
    ork 11 September 2001 masih meninggalkah banyak misteri dan tetap tidak jel=
    as siapa pelakunya. Sementara itu, Amerika yang menyerukan perang melawan t=
    erorisme; dengan bebas malah rnembuat teror, khususnya di negeri-negeri, Mu=
    slim seperti Afghanistan, Palestina (melalui Yahudi-lsrael), Irak dan Sudan=
    . Di Fallujah dan kota-kota lain di Irak, bahkan masjid-masjid di Fallujah,=
    terus dibombardir oleh pasukan Amerika.

    Di forum dunia, dengan penguasaannya terhadap media, Amerika terus membuat =
    kebohongan demi kebohongan. Amerika menyangka, masyarakat dunia begitu muda=
    h dibohongi, termasuk masyarakatnya sendiri. Hingga saat ini, kebohongan ma=
    sih terus terjadi! (Amanah online)

    Kebohongan datang dan kebohongan pun terungkap. Begitulah kesimpulan buku i=
    ni.=20

    Judul Buku : The Real Truth The Hard Evidence Exposed=20
    Penulis : Jerry D. Gray
    Penerbit : Sinergi (Kelompok Penerbit Gema Insani)
    Tebal :xviii + 118halaman

    Jerry D Gray : Peristiwa 11 September Sungguh Janggal=20
    Jerry D Gray ingat betul kejadian yang dialaminya tanggal 11 September 2001=
    . Saat itu, mantan kameraman freelance CNBC Asia ini tengah asyik berselanc=
    ar di internet. Tiba-tiba telepon di sampingnya berdering. "Hidupkan televi=
    simu sekarang!" demikian bunyi suara di ujung sana.=20

    Telepon itu berasal dari ibunda Jerry yang ketika itu berada di Wisconsin, =
    Amerika Serikat. Jerry sendiri menetap di Jakarta -- dia sudah lama tinggal=
    di kota ini sejak tahun 80-an. Mendengar suara gugup ibundanya, tanpa piki=
    r lama-lama, dia pun segera menyalakan televisi.=20

    Terlihatlah suasana menegangkan usai meledaknya menara kembar World Trade C=
    enter (WTC) New York, akibat hantaman dua buah pesawat berbadan lebar. Keja=
    dian tersebut disiarkan langsung oleh sebuah stasun televisi asing dan dise=
    barluaskan ke seluruh penjuru dunia. Serta merta, hati Jerry berkecamuk, se=
    dih sekaligus marah melihat banyak orang tak berdosa menjadi korban. Terbay=
    ang warga di negara tempat kelahirannya itu panik bukan kepalang.=20

    Itulah awal dari peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi 11 Septemb=
    er 2001. Sebuah kejadian yang hingga kini masih menyisakan kisah sedih. Tak=
    hanya bagi keluarga korban yang ditinggalkan, namun juga komunitas umat Mu=
    slim di seluruh dunia. Beberapa saat setelah pihak yang berwenang di AS men=
    gadakan penyelidikan, maka ditengarai kelompok teroris asal Timur Tengah be=
    rada di balik kejadian tersebut. Karena wilayah Timur Tengah identik dengan=
    agama Islam, serta merta perhatian dunia pun tertuju pada Islam serta para=
    penganutnya.=20

    Media massa Barat dengan segala reportasenya menjadikan momentum itu sebaga=
    i sarana untuk mengupas tuntas tentang Islam. Begitu gencarnya pemberitaan =
    tentang peristiwa 11 September dan Islam sendiri, hingga tak jarang -- sepe=
    rti dikhawatirkan sebagian kalangan Muslim -- media Barat kerap menyudutkan=
    umat Islam.=20

    Hal itu pula yang kemudian membuat Jerry gundah. Berdasarkan pengamatan ser=
    ta observasi terhadap gambar-gambar berita maupun informasi aktual, lelaki =
    asal AS ini merasa bahwa banyak kejanggalan dan fakta yang disembunyikan ol=
    eh kalangan pemerintah serta media massa AS berkaitan peristiwa 11 Septembe=
    r tadi. Apalagi kemudian, umat Islam didudukkan sebagai "terdakwa" dalam ke=
    jadian ini.=20

    Tetapi, kenapa Jerry merasa resah dengan berita menyudutkan dari media mass=
    a Barat terhadap Islam? Jangan lihat dia dari namanya. Jerry, atau tepatnya=
    Haji Jerry, telah menjadi Muslim sejak 1984. Sepulang menunaikan ibadah ha=
    ji, ia mengantongi nama baru, H Abdurrahman.=20

    Sebagai Muslim, lelaki kelahiran Wiesbaden Jerman, 24 September 1960, ini m=
    erasa teriris hatinya dengan tudingan tanpa dasar mengenai keterlibatan Mus=
    lim dalam tragedi WTC. Hari-hari selanjutnya, waktunya seperti habis untuk =
    mengikuti pemberitaan 11 September melalui media cetak, televisi, maupun in=
    ternet. Tapi lama kelamaan, berdasarkan pengalaman sebagai jurnalis televis=
    i, dirinya melihat ada banyak keanehan dan kejanggalan atas kejadian terseb=
    ut.=20

    Awal kecurigaannya adalah, bagaimana CNN dapat begitu cepat menyiapkan siar=
    an langsung 11 September ke seluruh dunia? Dari pengalamannya ketika memban=
    tu persiapan siaran sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta, paling tidak=
    butuh waktu 20 menit untuk mengeset peralatan bagi keperluan siaran langsu=
    ng di lapangan.=20

    Dikatakan, rentang waktu antara insiden penabrakan pertama dan insiden pena=
    brakan kedua tak lebih dari 18 menit. "Akan tetapi, CNN sudah mampu menayan=
    gkan langsung kejadian tabrakan kedua hanya dalam waktu kurang dari 18 meni=
    t dari tabrakan pertama," kata dia dalam bahasa Indonesia yang fasih. Jerry=
    berasumsi, situasi ini yang tidak mungkin terlaksana dalam kondisi normal.=
    "Kecuali jika CNN memang telah mengetahui rencana peristiwa tersebut hingg=
    a dapat terlebih dahulu menyiapkan segala peralatannya," imbuhnya.

    Sejak itulah batin dan sanubarinya terus didera gejolak. Sampai pada akhirn=
    ya, dia memutuskan, bahwa sebagai manusia dia tidak bisa tinggal diam serta=
    tidak melakukan apa-apa menyangkut kejanggalan ini. The needs of the many =
    outways the needs of the few, begitu prinsipnya. Maka, Jerry pun mulai meng=
    adakan penelitian terhadap semua gambar, pemberitaan, foto, dan video terka=
    it peristiwa mengenaskan itu.=20

    Dari situ makin banyaklah kejanggalan serta keanehan berhasil dia temukan m=
    engenai fakta-fakta kejadian 11 September. Semuanya itu lantas dituangkan d=
    alam sebuah buku berjudul The Hard Evidence Exposed! The Real Truth 9-11. S=
    alah satu kesimpulan pada buku setebal 116 halaman ini adalah: sesungguhnya=
    ada sesuatu lebih besar di balik kejadian 11 September 2001.=20

    Perkenalan Jerry dengan Islam terjadi di Arab Saudi tahun 80-an. Saat itu d=
    ia bertugas sebagai mekanik pesawat AU AS serta menjadi instruktur di New S=
    audi Mechanics. Awalnya, dia mengaku enggan masuk ke Arab Saudi karena mera=
    sa takut dengan orang Arab dan Islam. Tapi apapun alasannya, tugas tetap ti=
    dak bisa ditolak. Akan tetapi, setelah sekian lama, kekhawatirannya tidak t=
    erbukti. Sebaliknya, dilihatnya orang-orang Islam jauh dari kesan teroris. =
    "Mereka sangat cinta Tuhan, selalu shalat lima waktu, mengerjakan puasa dan=
    banyak lagi," kenangnya.=20

    Rasa ingin tahunya terhadap agama Islam pun kian bertambah. Jerry lantas mu=
    lai berani bertanya tentang Islam kepada rekan-rekannya yang beragama Islam=
    . Hingga kemudian, seorang rekannya yang berasal dari Yaman membawakannya t=
    erjemahan kitab suci Alquran berbahasa Inggris. "Saya pun membaca terjemaha=
    n itu, dan seketika usai membaca satu ayat -- saya lupa nama ayatnya -- tak=
    sadar saya menangis," ungkap Jerry.=20

    Usai membaca tiga empat ayat berikutnya, Jerry merasa tidak perlu waktu lam=
    a untuk menyimpulkan bahwa apa yang tertulis di dalam Alquran adalah benar =
    adanya. Namun hingga saat itu, dia mengaku belum berniat masuk Islam, hanya=
    sekedar ingin tahu saja. Beberapa bulan berikutnya, seorang rekannya dari =
    Indonesia mengajak dia kepada seorang guru agama. "Saya katakan kepada guru=
    itu, saya tidak mau masuk Islam, tapi guru tersebut memintanya ikut menden=
    garkan ceramah dan pembacaan Alquran di tempatnya."=20

    Pulang dari situ, Jerry banyak termenung. Hatinya berkecamuk. Sampai di rum=
    ah dia langsung masuk kamar dan membaca kembali Alquran terjemahan pemberia=
    n rekannya terdahulu. Sejak saat itu, hidayah datang kepadanya yang menetap=
    kan niatnya untuk masuk Islam. Setelah masa tugasnya di Arab Saudi berakhir=
    , ia tidak kembali ke AS, tapi memutuskan pindah ke Indonesia. Di Jakarta, =
    mantan mekanik US Air Force tersebut kemudian menggeluti dunia jurnalistik =
    televisi.=20

    Kini setelah sukses dengan bukunya, Jerry lebih giat untuk memantau berita-=
    berita dan informasi tentang Islam. Bukan cuma itu, kegiatannya pun kian be=
    rtambah dengan aktivitas dakwahnya di masjid-masjid dan majlis taklim seput=
    ar Jabotabek. Kepada saudara-saudara Muslimnya, ia banyak berkisah tentang =
    mulianya Islam dan temuan-temuannya.=20

    Ia juga kerap menyampaikan pesan-pesan singkat, tapi mengena. "Pendek kata,=
    umat Islam harus menunjukkan wajahnya yang ramah dan cinta damai. Jangan r=
    eaksi berlebihan karena itulah yang tengah ditunggu-tunggu oleh kalangan me=
    dia Barat untuk menyudutkan kita," kata dia.=20

    Jerry D.Gray
    Kelahiran : Wiesbaden, 24 September 1960
    Karier :=20
    - mekanik pesawat AU AS
    - instruktur selam
    - kameraman freelance CNBC Asia
    Nama istri : Ratna Komala
    Nama anak : Adam=20




    SEEING IS ಬೆಲಇವಿಂಗ್


    KESIMPULAN

    Berdasarkan bukti-bukti yang diperolehnya, Jerry mencoba menarik kesimpulan dari peristiwa 911.
  • Seorang personel militer AS telah menyiapkan 3 pesawat-di indikasikan dengan NORAD-yang dapat dikendalikan dengan jarak jauh dan tidak memerlukan seorang pun dalam pesawat.
  • sebuah jet militer telah dilengkapi dengan bahan peledak berkekuatan tinggi –diduga menghantam pesawat UA 93.
  • Sebuah pesawat tempur F-16 dipersenjatai dan sebuah pesawat Boeing 767 telah di cat sedemikin rupa menyerupai United Airlines-belakangan diketahui pesawat itu Mirror Flight 175.
  1. Dipastikan sebuah roket berhulu ledak telah disiapkan untuk menghantam Pentagon. Kemungkinan ditembakkan dari pesawat B-52. Tak satupun pesawat militer AS yang menyergap pesawat-pesawat itu ketika memasuki wilayah udara
paling terlarang/Pentagon. Padahal itu merupakan prosedur standar AS. Kenapa?
  1. pagi hari tanggal 11 September 2001, Mohammed Atta dan teman-temannya menerbangkan pesawat AA dan UA dengan instruksi CIA/FBI. Beberapa kamera pemantau keamanan di airport telah merekam mereka untuk menguatkan tuduhan sebagai pembajak pesawat dalam tragedi 911.
Hanya dengan kejujuran dalam melihat dan menyelidiki bukti-bukti peristiwa 911, kebenaran akan terbuka untuk umum, tulis Jerry.

0 komentar:

Posting Komentar